Aku punya anak baru, namanya Audrey. Baru lahir tahun lalu.. Tapi sudah harus diambil sekitar sebulan lagi, awal bulan depan mungkin. Layaknya orangtua, Aku berpikir bagaimana menyiapkannya untuk menghadapi dunia luar, memenuhi semua kebutuhannya waktu dia mulai meminta. Dan menjadi pedoman dan pemimpin baginya, selain ibu yang menyayanginya pastinya. Aku, bersama keluargaku bekerja keras untuknya. Pengalaman yang baru sekali bagiku menjadi orangtua untuk seorang bayi adopsi. Terutama karena Audrey, bukan bayi biasa, ia tumbuh dengan sangat cepat, berkembang seperti ide-ide yang meledak-ledak, dia membawa rahasia, dia membawa kepercayaan, dia mengikat banyak orang, dan uniknya, dia tidak beradaptasi dengan lingkungan sekitar tapi lingkungannyalah yang beradaptasi dengannya. Dia.. Menyentuh banyak orang..
Kadang aku merasa nggak siap dan lelah membesarkannya, mengingat terlalu dini sekali untuk aku menjadi Ibu. Aku sering terbawa emosi dan perasaan, apalagi yang namanya pikiran, sering membawaku ke dalam dunia yang aku sebut, stress. Untunglah Andre dan Kim selalu ada untuknya, untuk mengantar Audrey ke sekolah, memberi makan, atau menemaninya bermain dan belajar. Audrey itu nakal, dia suka membuat onar, usil, dia suka berkhayal dan berjalan-jalan di dunia imajinasinya. Sudak kukatakan, dia berbeda.. Untuk membelanya, aku sebagai ibunya siap untuk dibenci. Ya.. namanya proses pastilah menyakitkan. Dibenci, dikatain, dibicarakan, dikomentari, disalahkan, ini itu.. selalu saja kurang, selalu saja tidak cukup, selalu saja terlewatkan. Beberapa pihak tidak bisa menerima perbedaannya, Aku yakin, mereka yang begitu hanya tidak mau membuka sedikit hatinya untuk menerima, untuk membuka pikirannya sedikit lagi, untuk melihat apa yang tidak mereka lihat dari tampak luar Audrey. Aku yakini juga, setelah saat itu berlalu, mereka tidak lagi membenci, kupastikan mereka akan mencintainya„ akan mengenangnya.
Beberapa kali aku terkena masalah karena kenakalan Audrey, harus bertanggung jawab, menanggung malu, marah dan menangis. Tapi saat melihatnya menari-nari dalam bayang-banyangku, aku menemukan kembali semangatku. Saat meliha keluargaku bermain dengannya, itu hal yang menguatkanku. Banyak sekali pelajaran untukku selama dia tinggal dirumahku, banyak sekali hal yang merubahku hingga mnejadi seperti ini, seperti karang dan ombak-ombaknya, seperti aku hanya melihat satu pulau, satu yang kutuju, yaitu untuk siap menghantarkan Audrey keluar jika saatnya tiba.
Ia sekarang sudah sangat besar, dari hari ke hari.. Berat badannya bertambah, tinggi badannya makin menjulang. Aku dan keluargaku merasa cukup merawatnya, tapi kami terus menyiapkannya, karena sebentar lagi ia akan menghadapi dunia luar, ia akan datang sebagai nafas baru, dan inspirasi bagi banyak orang di luar sana. Ia, bukan anak biasa. Ia ada dalam sebuah mimpi.. Yaitu mimpi dalam tidurku malam ini. Dan saat aku membuka mataku nanti, ia akan menjadi nyata, dan kami sekeluarga sudah siap menghantarnya untuk pergi, pergi untuk kembali lagi
Be nice Audrey O:)
| Teman1: | Lingga, kamu terlihat messy sekali |
| Aku: | Oh ya? |
| Teman2: | Rambutmu berantakan |
| Aku: | *ngerapiin rambut* |
| Teman3: | Yang kamu butuhkan spa, coba deh spa dulu |
| Aku: | Iya deh kalo ada waktu |
| Teman4: | Mbak belum tidur ya? |
| Aku: | Tidur kok.. *ngaca* |
| Teman5: | Septi, pinjemin cece sisir po'o.. |
| Aku: | -.- |
| Kamu: | Yang harus kita pikirkan adalah bagaimana cara meminimalisir 'ngendas' setiap harinya.. |
| Aku: | Tepat sekali |
| Kamu: | Harus |
| Aku: | Secepatnya |
| Kamu: | Sungguh |
Beberapa hari ini sebelum tertidur, Dorothy mengeluh sesak, katanya seperti bernafas dengan satu paru-paru. Ia mendapat banyak sekali tekanan sebelum ia bertemu denganku. Berjuang untuk bangkit lagi, tanpa bisa melakukan apa-apa. Sebelum tidur, Dorothy bercerita padaku.. Dia akan sangat merindukanmu, hey.. sekumpulan kertas tanpa garis. Satu-satunya saksi yang menyimpan mimpi-mimpinya dengan seorang pangeran berkuda putih. Satu-satunya bukti saat cinta mulai tumbuh dan berkembang.. Saat ia hidup..
Sekarang ia sudah dibawa kembali ke kamarnya oleh dayang-dayang. Ia ditidurkan di tempat yang lebih baik, dengan penjagaan ketat dari prajurit-prajurit istana. Menurut ramalan, ia akan tidur untuk waktu yang sangat panjang, tidak seorang pun tahu berapa lama itu, sampai pangeran berkuda putih sesungguhnya datang padanya dan mencium tangannya. Aku Natalie, hanya seorang sahabat dari dayang istana hanya bisa menunggu di kamarnya sambil sesekali melihatnya yang masih tertidur.
Kotak ajaib #block #stripes #us #geometric #box #magicbox #linked
Ketika aku tidak mengerti rencana Tuhan dalam hidupku, aku memilih tetap mempercayai-Nya, meski tertekan oleh penderitaan dan kekecewaan aku memilih untuk tetap mengucapkan syukur, dan saat rencana yang kususun dalam hidupku berantakan aku memilih menyerahkan hidupku pada Tuhan.
painful
by all, what we have